Jakarta
Taksi mewah Porsche atau Ferrari berkeliaran di jalanan Jakarta sejak
Kamis, 12 Juli 2012. Banyak kejanggalan dalam operasional taksi itu.
Bahkan dalam perbincangan di media sosial, hal ini bisa dikaitkan
sebagai iklan sebuah produk.
Akun twitter MM Cab, @mm_cab mulai mencuit tanggal 2 April 2012. Cuitan mulai mengalir saat masuk bulan Juli 2012.
"Dengan
armada mewah milik #mmcab, Anda dapat pergi ke mana pun tujuan Anda di
Jakarta, dengan tarif lebih rendah daripada taksi pada umumnya,"
demikian cuitan akun tersebut pada 9 Juli 2012.
Apalagi, akun twitter tersebut bolak-balik menjawab bila sudah beroperasi akan menggunakan tarif bawah.
"Klarifikasi, tarif kami menggunakan tarif bawah. :-)" demikian salah satu cuit akun tersebut pada 10 Juli 2012.
Mungkinkah
dengan armada yang seharga miliaran rupiah, mungkinkah tarifnya lebih
rendah dari pada taksi pada umumnya? Bagaimana perawatan taksi ini?
Apakah dari sehari 'narik' bisa menutupi biaya operasionalnya? VP Sales
and Marketing PT Eurokars Artha Utama, Yudy W Widodo pun menambahkan
untuk melakukan perawatan Porsche terbilang tidak terlalu mahal.
"Kalau
untuk perawatan tidak terlalu mahal, hanya Rp 4-5 juta untuk ganti oli
per 5.000 km. Dan kalau kendaraannya jarang dipakai ganti olinya bisa
setahun sekali kali tuh mobil," jawab Yudy W Widodo kepada detikOto.
Apalagi,
pengguna-pengguna pertama taksi itu adalah selebritis twitter, yang
kemudian foto dengan taksi itu dan mengirimkannya ke akun twitter
mereka. Mungkinkah hal ini untuk mendapatkan efek
buzzer dari
word of mouth?
Menurut Indah Lestari dari EO Activision mengatakan bagi warga yang masih penasaran dengan MM Cab,
segera kunjungi lobi Plaza EX pada tanggal 18 Juli mendatang. Pihak perusahaan akan membocorkan segala sesuatunya soal MM Cab.
"Saya
enggak bisa ngomong banyak. Nanti saja kunjungi lobi Plaza EX 18 Juli,
kita akan mengumumkan semuanya, termasuk maksud dari tujuan taksi ini,"
ujar Indah.
Dinas Perhubungan DKI Jakarta ketika dikonfirmasi
mengatakan, taksi itu belum ada izinnya. Karena tak berizin tersebut,
taksi mewah ini digolongkan sebagai angkutan liar.
"Belum ada
izin dan belum melaporkan izin operasi," kata Kepala Dinas Perhubungan
DKI Jakarta Udar Pristono saat berbincang dengan detikcom, Jumat
(13/7/2012).
Dilihat dari situsnya, MM Cab memiliki situs
mmhidupituindah.com, dengan deskripsi 'Mmcab adalah sebuah perusahaan
transportasi dengan layanan transportasi prima yang sesuai dengan gaya
hidup kota besar. Aman, terpercaya, dapat diandalkan dan berkelas'.
Dalam
perbincangan di sosial media, sampai dianalisa memasukkan kata itu di
google dengan mengetikkan kata "mm cab", "hidup itu indah". Dan mereka
menganalisa bahwa itu berkaitan dengan applikasi mobile sebuah bank
besar. MM adalah nama produk dan 'hidup itu indah' adalah tag line-nya.
Informasi yang sama juga masuk pada redaksi detikcom.
Taksi ini
mangkal di mal-mal dan pengguna bisa menggunakan gratis sampai 18 Juli
2012. Tampilan mewah tubuh Ferrari 360 Modena dan Porsche Boxster S
model tahun 2011, diubah dengan balutan cat warna kuning dan stiker
hitam putih. Di bagian atap pun terlihat jelas tulisan Taxi layaknya
sebuah taksi di Amerika.
Dalam operasionalnya pun dikawal oleh Patwal 1 motor polisi.Bila benar ini adalah buzzer iklan suatu produk, akan mengingatkan kita pada kasus '
Peti Mati'
pada Juni 2011 lalu. Saat itu ada beberapa kantor media massa yang
dikirimi peti mati, termasuk detikcom, yang mendapatkan 3 peti mati.
Peti
mati itu berukuran lebih kecil dari biasanya bertuliskan 'RIP',
kemudian ada bunga-bunga mawar segar di dalamnya serta setangkai mawar
bertuliskan seperti 'You are number #404'. Kiriman peti mati ini berefek
teror hingga ada penerima peti mati yang melaporkannya ke polisi.
Polisi kemudian mengusut hal ini.
Belakangan, terungkap otak pengiriman peti mati itu. Dia adalah
CEO Buzz & Co Sumardy,
yang mengakui mengirimkan peti mati semata-mata untuk kepentingan
pemasaran buku yang ditulisnya 'Rest in Peace Advertising Killed by Word
Mouth Agency'. Keputusan pengiriman peti juga adalah hasil diskuksi
tim.
"Karena gambar bukunya sudah gambar batu nisan, jadi yang salah satu berhubungan adalah peti mati," katanya.